Search

My Experiences, Thoughts and Opinion on Things

Always rely on data and always have an escape plan …

Silence : Resensi Film

Ok, entry baru gw kali ini masih mengenai film. Judulnya Silence, based on novel Jepang tahun 1960-an, dan disutradarai oleh Martin Scorsese. Seperti biasa, untuk sinopsis lengkap, cast, running time, dsb silahkan cek halaman wiki berikut ini. Secara garis besar, filmnya bercerita tentang kurang lebih penyebaran agama Kristen di Jepang pada tahun 1600-an. Apakah film ini merupakan film agama? Gw akan memberikan pendapat di paragraf selanjutnya.

So, bagaimana penilaian gw mengenai film ini? Untuk film drama dengan durasi hampir 3 jam, gw anggap film ini sangat amat bagus sekali. Tadinya gw mikir bakal ngantuk di beberapa bagian dari film ini, tapi nyatanya gw melek sepanjang waktu. Walaupun basis cerita dari film ini dititikberatkan pada agama tertentu, tapi menurut gw cerita yang ada di dalamnya universal. Pergulatan batin, iman, kompromi, ketidakpercayaan, resistensi, murtad, semua digambarkan dengan apik di film ini. Dan gw yakin orang yang sudah menonton film ini, pasti akan punya pendapat berbeda-beda mengenai karakter yang digambarkan. Mungkin ada yang mengutuk, ada yang bisa memaklumi, ada juga yang mungkin menghardik tokoh utama di film ini. Dan mungkin tujuan film ini adalah itu, untuk memberikan pertanyaan ke para penontonnya. Sedang untuk jawabannya? Itu diserahkan kembali kepada masing-masing penonton. Martin Scorsese juga berhasil menghadirkan pemandangan dan visualisasi yang indah di sepanjang film. Yang menganggu gw di film ini adalah aktingnya. Menurut gw, tokoh- tokoh barat yang ada di film ini bisa dilakonkan lebih apik di tangan aktor lain. Tetapi di luar hal tadi, film ini sangatlah luar biasa. Kesan gw pribadi terhadap cerita di film ini adalah gw gak menghakimi siapapun tokoh yang ada, karena semua yang dilakukan pada dasarnya manusiawi. Ada satu tokoh yang berulangkali melakukan kesalahan, tapi akhirnya selalu minta maaf. Gw juga gak bisa menyalahkan dia. Karena dari raut mukanya terlihat setiap kali dia melakukan kesalahan, dia terlihat benar-benar menyesal. Dan itulah kenapa gw sebut bahwa di film itu akhirnya gw lihat bahwa semuanya manusia, dan yang dilakukan adalah manusiawi. So, untuk yang belum nonton, silahkan cepat nonton sebelum turun layar. Ini benar-benar merupakan film drama yang sangat amat bagus sekali Open-mouthed smile.

Logan : Resensi Film

Udah lama juga gw gak nulis entry baru, maklum lagi sibuk Open-mouthed smile. Oke, tulisan gw mengenai film lagi, kali ini judulnya Logan. Film ini bercerita mengenai Logan alias Wolverine. Untuk lebih detil soal sinopsis, sutradara, dan pemainnya, monggo dicek halaman wiki berikut.

Oke, sekarang pendapat gw mengenai film ini. Menurut gw, ini so pasti salah satu film superhero terbaik yang pernah dibuat, setara dengan trilogi Batman-nya Nolan. And that is the best compliment that I can ever give. Bahkan, untuk penggemar realisme murni, mungkin ini lebih oke lagi, karena adegan-adegan berantem-nya lebih realistis dengan darah, anggota tubuh terpotong, dsb. Intinya film ini adalah film drama tentang superhero. Disini sudah tidak ada lagi terlihat tidak terkalahkannya mutant, semua mempunyai kelemahan masing-masing, seperti manusia biasa. Akting di film ini juga top notch semua. Gw rasa, dari semua serial X-Men, baru kali ini Patrick Stewart ngeluarin semua kemampuan aktingnya. Dan hal itu berlaku juga untuk Hugh Jackman, dan juga untuk Dafne Keen. Gw jamin waktu ngeliat adegan Logan mengubur seseorang ( biar gak spoiler Open-mouthed smile), elu pasti bisa ngerasain kepedihan dia, baik di ekspresi maupun kata-kata. Apalagi adegan dialog Logan dengan Prof X, bener2 masterclass ( dengan kata f*ck, dan umpatan2 lainnya). Baru kali ini ada film superhero yang menurut gw digarap serius banget dari sisi manusianya, sehingga sisi drama-nya bisa kerasa banget. Kudos berat untuk semua yang terlibat di film ini. Gw ga heran kalau tahun depan film ini bisa masuk di nominasi film terbaik untuk Golden Globe ataupun Oscar, because this movie is that good. Aktor/aktris-nya pun menurut gw layak untuk masuk nominasi di Golden Globe maupun Oscar. Gw jamin, at the end of the movie, elu bakal merasa sedih sekaligus takjub kok bisa ya film superhero kayak begini Open-mouthed smile.

So basically, this movie is DEFINITELY must watch. Dan gw merasa film ini emang bakal menjadi game-changer untuk film-film superhero selanjutnya. Gw juga merasa misi Hugh Jackman untuk menyamai Seinfeld, yaitu pensiun dari serial saat serial itu sedang jaya-jayanya, 100% berhasil. So, tonton film ini kalau belum nonton. See ya!!

Istirahatlah Kata-Kata : Resensi Film

Tulisan selanjutnya adalah tentang film lagi. Ini adalah salah satu film yang banyak direkomendasikan oleh orang-orang film sendiri. Ceritanya sendiri adalah tentang Widji Thukul, salah satu aktivis penentang rezim orde baru yang sampai saat ini tidak jelas rimbanya dimana. Widji Thukul sendiri adalah seorang penyair, yang kumpulan syairnya banyak yang merupakan kritik pedas ke orde baru. Salah satu frase terkenal dari syairnya adalah “Cuma satu kata: LAWAN!”

Continue reading “Istirahatlah Kata-Kata : Resensi Film”

Arrival : Resensi Film

Berhubung ada waktu, gw coba nulis lagi. Tulisan gw kali ini tentang film lagi, salah satu film yang gw tunggu- tunggu, yaitu Arrival. Kenapa gw sangat menantikan film ini? Simpel aja, karena sutradaranya adalah Denis Villeneuve. Kenapa gw tertarik dengan filmnya Denis Villeneuve? Simpel aja karena gw tahun lalu sudah nonton salah satu karyanya yaitu Sicario, and man that film really awesome. Oleh karena itu gw penasaran banget apakah Denis bisa membuat film yang sama atau lebih hebat dari itu.

Seperti biasa, untuk daftar lengkap sinopsis, aktor dsb, silahkan dicek di halaman wiki dari film ini. So, bagaimana pendapat gw tentang film ini? Sangat, sangat bagus. Penilaian gw bahwa Denis Villeneuve is the new Nolan mungkin gak terlalu berlebihan Open-mouthed smile. Di film ini walaupun kelihatannya film science fiction, tetapi sebenarnya adalah film drama. Kurang lebih sama seperti Inception-nya Nolan. Tentu banyak faktor sains menarik di film ini, seperti pembentukan aksara, bahasa, maupun sedikit tentang fisika. Tapi sekali lagi, menurut gw film ini adalah film drama tentang manusia, bukan sains fiksi. Untuk sinematografi-nya sendiri sebenarnya gw lebih suka Sicario. Adegan di Sicario sewaktu langit gelap dan sayup2 terdengar suara yang bertambah kencang, dan tiba-tiba muncul banyak helikopter, that scene is always engraved in my brain. Termasuk adegan di Sicario saat sudah memasuki terowongan warlord Meksiko yang pitch black, penonton benar-benar diajak masuk ke dunia itu. Di Arrival sendiri, gw gak menemukan adegan yang sekuat itu. Ada beberapa adegan saat helikopter pertama tiba di camp, dan itu cukup menarik. Tapi overall secara sinematografi menurut gw masih jauh lebih bagus Sicario. Tetapi untuk cerita, gw jauh lebih suka film ini. Meskipun banyaknya adegan mungkin bisa membuat ngantuk, the ending is worth the trip. Pertanyaan yang ini dibahas di film ini adalah jika kita sudah tahu ujung sebuah perjalanan adalah buruk, apakah kita akan tetap melakukan perjalanan itu? Terutama jika kita tahu, walau ujungnya tidak menyenangkan, tetapi perjalanannya sendiri adalah menyenangkan. So, kesimpulan akhir gw, silahkan tonton film ini dan I hope you enjoy it as much as I am. Dan ingat, ini bukan film sains fiksi, tetapi film drama Open-mouthed smile.

Ordinary People: Resensi Film

Pertama, ini bukan lagunya John Legend yes, tapi film tahun 80-an yang merupakan debut dari Robert Redford jadi sutradara. Udah lama sebenernya gw pernah nonton film ini. Berhubung kemarin-kemarin gw lagi di site, and kebangun jam 4 pagi, ternyata ada film ini di tv kabel. Mau gak mau, gw wajib nonton film ini sampai habis. Nonton film ini kedua-kalinya, sensasi yang gw dapet masih sama kayak pas gw nonton film ini untuk pertama kalinya, this is a superb movie all in all.

Apa kriteria film bagus? Menurut gw film yang bagus itu adalah film yang walaupun udah lu tonton berkali-kali, tapi ceritanya selalu memberi sesuatu yang baru ke diri lu. Sinopsis film ini bisa dicek di wiki ini. Walaupun ceritanya berkutat di masalah psikologi, depresi dan krisis identitas, gw pribadi menganggap ceritanya adalah mengenai problem solving. Penggambaran film ini sesuai dengan deretan psikologi yang pernah gw baca, to overcome personal problem, you have to face it first and find the solution within you. Mudah dikatakan, sangat susah dilakukan. Robert Redford sebagai sutradara berhasil menggambarkan problem psikologis yang ada di film ini dengan baik. Dan problem ini dialami ordinary people, alias orang biasa, bukan veteran perang, bukan pengungsi, bukan juga orang buangan. Semua orang yang suka dengan Good Will Hunting-nya Gus Van Sant, gw yakin pasti akan menikmati Ordinary People. So, yang belum pernah nonton film ini, dan suka dengan genre drama-psikologis, gw sangat amat merekomendasikan film ini. Enjoy the film if you have the chance. See ya

Doctor Strange : Resensi Film

Ok, resensi film selanjutnya adalah Doctor Strange, film superhero(lagi) terbaru dari Marvel. Jujur, gw nonton film ini dengan ekpektasi tinggi, karena cast-nya keren dan juga rating yang tinggi dari rottentomatoes. Tapi apakah realitas sesuai dengan ekpektasi gw? Di paragraf selanjutnya gw akan membahas ini. Seperti biasa untuk detil filmnya (plot, pemain, durasi, dsb) silahkan cek halaman wiki-nya.

Jadi, gimana pendapat gw soal filmnya? Jujur aja sama sekali gak sesuai ekpektasi gw, alias gw lumayan kecewa. Visual efeknya sih ok, tapi ceritanya kurang nendang. Ini termasuk adegan berantem-nya yang standar, dan yang paling parah ya cerita-nya biasa banget. Di film ini ada 2 aktor idola gw yaitu Benedict Cumberbatch dan Mads Mikkelsen. Mr. Cumberbatch menurut gw cukup berhasil lah menghidupkan karakternya. Tapi hal berbeda yang terjadi dengan Mads Mikkelsen. Menurut gw, buat karakter villain yang kayak gitu doang, gak perlu hire Mads Mikkelsen, Vince Vaughn aja mungkin cukup. Jangan expect akting keren-nya Mads kayak waktu dia jadi Le Chiffre di Casino Royale atau Hannibal Lecter di Hannibal deh. Dan bukan salah dia juga, menurut gw purely ini salah script. Jadi jangan bandingin film ini sama trilogi Batman-nya Nolan ya, jauh banget soale Open-mouthed smile. Di film Marvel pun menurut gw ini masih dibawah Iron Man I dan Days of Future Past. Okelah, kalau dibandingin Iron Man 3 yang kacau balau itu sih emang masih bagusan film ini. Gw harap di film kedua-nya nanti script-nya lebih bagus dan nendang. Ada banyak yang bilang visualisasinya setara Inception-nya Nolan. Ya okelah kalau dari segi visualisasi gw setuju. Tapi dari segi lainnya, jelas inferior banget kalau dibandingin Inception. Kesimpulan akhir gw, anggep aja Doctor Strange itu kayak Inception tapi tanpa drama keren dan ending cerdas-nya Nolan. Tapi all ini all gw tetep rekomen film ini untuk ditonton, lumayan lah buat hiburan. Walau gw yakin abis keluar bioskop ceritanya gak bakal ada yang nempel di ingatan Open-mouthed smile. Oke, sekian dulu dari gw, thanks sudah membaca.

OpenMediaVault, appliance gratis untuk storage NAS

Melanjutkan artikel gw tentang software personal backup, kali ini gw akan membahas tentang salah satu appliance atau linux package gratis untuk storage NAS ( Network Attached Storage). Pertama kita masuk ke latar belakang dahulu. Jika kita coba masukkan tulisan gw sebelumnya tentang software personal backup ke konteks enterprise/perusahaan, maka pertanyaan selanjutnya adalah kemanakah kita akan mem-backup data? Singkatnya seperti ini, Autover jika kita masukkan dalam konteks enterprise, dimana software ini diinstall di setiap PC/Laptop pegawai, akan muncul pertanyaan ke manakah kita akan menaruh file hasil backup tersebut? Karena kita berbicara dalam konteks enterprise, maka seharusnya storage untuk backup tersebut tersentralisasi dalam 1 tempat. Dan untuk hal ini, kelemahan Autover adalah ia hanya mempunyai 1 opsi untuk ini, yaitu FTP Server.

Oke, sebenarnya masih ada 1 opsi lagi selain FTP Server, yaitu dengan shared folder Windows atau protokol CIFS/Samba. Tapi opsi ini menurut gw memiliki 1 kekurangan besar yaitu ia masih dalam environment Windows. Dan jika masih dalam environment Windows, maka bahaya infeksi virus, malware, dan ransomware ke dalam file masih cukup tinggi. Padahal, salah satu alasan melakukan backup ini adalah agar jika laptop/PC user terkena virus/malware/ransomware, data-datanya masih bisa diambil dari tempat lain. Sebagai catatan, serangan dari virus/malware/ransomware terhadap enterprise tergolong tinggi, terutama yang menyebabkan kehilangan data. Artikel ini bahkan menyebutkan bahwa 40% perusahaan diserang oleh ransomware. Dengan kata lain, saat ini perusahaan mempunyai persentase cukup tinggi kehilangan data-datanya akibat serangan semacam ini. Salah satu mitigasi dari kehilangan data tentu adalah backup secara berkala dari data tersebut.

Sekarang balik lagi ke FTP Server. FTP Server ini dimaksudkan sebagai central dari penyimpanan semua backup yang dilakukan oleh software personal backup, dalam hal ini Autover. Untuk membuat FTP server sendiri sangatlah mudah, cukup dengan distro Linux apapun kita bisa membuat sebuah FTP Server. Tetapi waktu itu yang gw pikirkan adalah apakah ada package distro Linux yang bisa membuat konfigurasi FTP Server menjadi simpel, bahkan tanpa perlu edat-edit file dengan “vi”. Oh ya, dan yang gw cari juga yang gratis Open-mouthed smile. Dan ternyata Open Media Vault adalah jawabannya. Menurut gw, ini adalah keunggulan dari Open Media Vault:

  1. Linux based, jadi secara umum lebih aman dari serangan virus/malware/ransomware ala Windows
  2. Konfigurasi simpel melalui web, baik untuk level OS (firewall, user, dsb) maupun level service storage (FTP, SFTP, Rsync, dsb)
  3. Development yang masih terus-menerus dilakukan
  4. Terdapat plugin untuk LDAP dsb
  5. Debian-based, jadi gampang juga jika nantinya kita ingin menginstall tools lain ( java, php, dsb)
  6. Bisa di-install sebagai virtual machine

 

Sejauh ini, konfigurasi yang gw buat dengan mengkombinasikan antara Autover sebagai client di laptop/PC, dan OpenMediaVault sebagai central FTP server berjalan baik. Ada beberapa tools juga yang gw buat dengan Java untuk semakin meng-enhance model backup seperti ini ( tools seperti alert email file apa yang ditambahkan,dsb). Jika ada yang ingin bertanya lebih lanjut tentang konfigurasi ini, silahkan post pertanyaannya di bagian comment. See ya!

 

Related Links

  1. http://www.openmediavault.org/
  2. http://beanland.net.au/autover/

Hacksaw Ridge : Resensi

Oke, saatnya gw nulis resensi lagi. Kali ini judul filmnya “Hacksaw Ridge”. Salah satu hal menarik dari film ini adalah sutradaranya, yaitu Mel Gibson. Gw pribadi selalu puas dengan film-film yang disutradarai beliau, makanya begitu tahu ada film ini, gw langsung ke bioskop. Seperti biasa untuk sinopsis, detail pemain, dsb bisa dicek di halaman wiki ini.

So, apa pendapat gw setelah nonton film ini? As expected, it was awesome movie. Akting pemainnya buat gw sih gak istimewa, tapi filmnya istimewa. Terutama adegan-adegan peperangan di Okinawa. Menurut gw mungkin ini adegan peperangan terbaik yang pernah ada. Sangat sangat brutal, darah dimana-mana, potongan tubuh dimana-mana, kepala bolong dimana-mana, tapi hei itulah perang kan. Seperti biasa, Mel Gibson berhasil mem-visualisasikan sesuatu secara riil, dalam hal ini perang Okinawa. Kudos for that! Hal lainnya yang bagus di film ini tentu saja ceritanya. Cerita yang dijual bukan hanya perang, tapi juga tentang keyakinan yang teguh terhadap Tuhan, dan mukjizat. Dan hebatnya lagi, ini semua berdasar kisah nyata yang benar- benar terjadi. So, all in all, gw sangat merekomendasikan film ini, bukan hanya untuk pengemar film perang, tapi juga penggemar film drama ataupun film tentang keyakinan terhadap Tuhan. Oh iya, tapi untuk masalah suspense-action-nya, jujur menurut gw standar aja film ini. Apalagi kalau dibandingkan dengan film karya Mel Gibson lainnya, Apocalypto, gak ada apa-apanya kalau dari segi suspense-action. Tapi sekali lagi gw tegaskan, film ini bukan mengenai twisted ending, kesadisan perang, dsb. Tapi film ini mengenai sebuah cerita biografi seseorang. Dan cerita itu merupakan cerita luar biasa yang layak untuk diketahui, ditonton, maupun direnungkan. So, hope you all will watch the movie and enjoy it.

 

The real Desmond Doss, tokoh sentral di film Hacksaw Ridge

(sumber : wikipedia)

The Beatles: Eight Days a Week – The Touring Years Review/Resensi

Oke, udah cukup lama gw gak nulis blog gara-gara sibuk ini-itu. Tapi kali ini, demi The Beatles, gw bela-belain untuk nulis review/ resensi ini. Berawal dari kekagetan gw bahwa ternyata CGVBlitz menayangkan film ini di beberapa bioskop-nya ( 21 pastinya enggak). So pertama-tama gw ucapin kudos untuk CGVBlitz karena mau menayangkan film ini. Anyway, setelah gw tahu film ini ada di CGV, gw langsung beli lewat MyBookShow, and gw dapet cashback 50% :D.

Continue reading “The Beatles: Eight Days a Week – The Touring Years Review/Resensi”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑